Meninggal dan Hutang Puasa Belum Lunas, Cara Menebus Dos4nya Seperti ini

Hutang puasa itu dihisab, ini trik melunasinya supaya tidak jadi tanggungan di akhirat
jangan disangka dapat lepas begitu aja, hutang puasa pula sama dengan hutang duit nanti hendak dihisab pula.
kemudian apa dapat sudah wafat membayar hutang puasa? apabila dipikirkan tidak bisa jadi kan? hingga dari itu begini trik yang wajib dicoba, berarti buat keluarga.. .
siapapun yang tidak dapat melaksanakan puasa harus karna sesuatu halangan, hingga dia harus buat mengubahnya di bulan selanjutnya.
tetapi gimana bila seseorang muslim yang masih memiliki utang puasa harus keburu wafat dunia, gimana triknya mengubah utang puasanya tersebut?
baca pula : ragu menikah karna tidak produktif? dapat diatasi kok, begini triknya!
dari a’isyah radhiyallahu ‘anha, rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
من مات وعليه صيام صام عنه وليُّه
“siapa yang wafat dan juga ia masih mempunyai tanggungan puasa hingga walinya harus mempuasakannya, ” (hr. bukhari 1952 dan juga muslim 1147).
dari ibnu abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia menggambarkan,
أنّ امرأة ركبَت البحر فنذَرت، إِنِ الله – تبارك وتعالى – أَنْجاها أنْ تصوم شهراً، فأنجاها الله عز وجل، فلم تصم حتى ماتت. فجاءت قرابة لها إِلى النّبيّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، فذكرت ذلك له، فقال: أرأيتك لو كان عليها دَيْن كُنتِ تقضينه؟ قالت: نعم، قال: فَدَيْن الله أحق أن يُقضى، فاقضِ عن أمّك
dari ibnu abbas radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata,
terdapat perempuan yang naik perahu di tengah laut, setelah itu ia berniat, bila allah menyelamatkan pribadinya hingga ia hendak puasa sebulan.
dan juga allah menyelamatkan pribadinya, tetapi ia belum pernah puasa hingga mati.
sampai tiba gadis perempuan itu menghadap nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan juga ia mengatakan peristiwa yang dirasakan ibunya.
lalu dia bertanya: ‘apa pendapatmu bila ibumu mempunyai utang, apakah engkau hendak melunasinya? ’ ‘ya. ’ jawab perempuan itu. setelah itu dia bersabda, ‘utang kepada allah lebih layak buat dilunasi. jalani qadha buat membayar utang puasa ibumu, ’ (hr. ahmad 1861, abu daud 3308, ibnu khuzaimah 2054, dan juga sanadnya dishahihkan al – a’dzami).
baca pula : akibat parah orangtua yang tidak adil terhadap anak – anaknya
hadits terpaut masalah ini berikutnya tiba dari ibnu abbas radhiyallahu ‘anhuma,
أنّ سعد بن عبادة – رضي الله عنه – استفتى رسول الله – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فقال: إِنّ أمّي ماتت وعليها نذر فقال: اقضه عنها
kalau sa’d bin ubadah radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘sesungguhnya ibuku mati dan juga dia mempunyai utang puasa nadzar. ’ setelah itu rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘lunasi utang puasa ibumu, ’ (hr. bukhari 2761, an – nasai 3657 dan juga yang lain).
ketiga hadits di atas menampilkan kalau kala terdapat seseorang muslim yang mempunyai utang puasa dan juga belum ia qadha sampai wafat hingga pihak keluarga (wali) sang fulan berkewajiban mengubah utang puasanya.
setelah itu, dari ketiga hadits di atas, hadits kesatu bertabiat universal. dimana qadha puasa atas nama mayit, berlaku buat seluruh utang puasa harus.
baik utang puasa ramadhan ataupun utang puasa nadzar.
sebaliknya 2 hadits selanjutnya menegaskan kalau wali berkewajiban mengqadha utang puasa nadzar yang jadi tanggungan mayit.
berangkat dari mari, ulama berubah komentar, apakah kewajiban mengqadha utang puasa mayit, berlaku buat seluruh puasa harus ataukah cuma puasa nadzar aja.
komentar kesatu melaporkan kalau kewajiban mengqadha utang puasa mayit berlaku buat seluruh puasa harus. baik puasa ramadhan, puasa nadzar, ataupun puasa kaffarah.
ini merupakan komentar syafiiyah dan juga komentar yang diseleksi ibnu hazm.
dalil komentar ini merupakan hadis a’isyah di atas, yang maknanya universal buat seluruh utang puasa.
baca pula : lama waktu nifas perempuan yang oprasi caesar, hingga kapan baru dapat shalat?
komentar kedua, kalau kewajiban mengqadha utang puasa mayit, cuma berlaku buat puasa nadzar, sebaliknya utang puasa ramadan ditutupi dengan wujud membayar fidyah.
ini merupakan komentar madzhab hambali, sebagaimana penjelasan imam ahmad yang diriwayatkan abu daud dalam masailnya. abu daud berkata,
سمعت أحمد بن حنبل قال: لا يُصامُ عن الميِّت إلاَّ في النَّذر
“saya mendengar ahmad bin hambal berkata: ‘tidak diqadha utang puasa mayit, kecuali puasa nadzar, ” (ahkam al – janaiz, hlm. 170).
diantara dalil yang memantapkan komentar ini merupakan hadis dari ummul mukminin, a’isyah radhiyallahu ‘anha.
dari amrah – murid a’isyah – dia bertanya kepada gurunya a’isyah, kalau ibunya wafat dan juga ia masih memiliki utang puasa ramadhan. apakah saya wajib mengqadha’nya? a’isyah menanggapi,
لا بل تصدَّقي عنها مكان كل يوم نصف صاعٍ على كل مسكين
“tidak butuh qadha, tetapi bayarlah fidyah dengan bersedekah atas nama ibumu dalam wujud separuh sha’ santapan, dikasih kepada orang miskin, ” (hr. at – thahawi dalam musykil al – atsar 1989, dan juga dishahihkan al – albani).
dalil yang lain merupakan fatwa ibnu abbas radhiyallahu ‘anhuma. dari said bin jubair – murid ibnu abbas – kalau gurunya sempat berkata,
إِذا مرض الرجل في رمضان، ثمّ مات ولم يصم؛ أطعم عنه ولم يكن عليه قضاء، وإن كان عليه نَذْر قضى عنه وليُّه
“apabila terdapat orang sakit kala ramadhan (setelah itu ia tidak puasa) , hingga ia mati, belum melunasi utang puasanya, hingga ia membayar fidyah dengan berikan makan orang miskin dan juga tidak butuh membayar qadha. tetapi bila mayit mempunyai utang puasa nadzar, hingga walinya wajib mengqadhanya, ” (hr. abu daud 2401 dan juga di shahihkan al – albani).
bersumber pada dari sebagian hadits dan juga penjelasan para ulama di atas, komentar yang kokoh buat melaksanakan pelunasan utang puasa mayit dirinci jadi 2 trik:
kesatu, bila utang puasa mayit merupakan utang puasa ramadan hingga trik pelunasannya dengan membayar fidyah dan juga tidak diqadha.
kesatu, bila utang puasa mayit merupakan utang puasa ramadan hingga trik pelunasannya dengan membayar fidyah dan juga tidak diqadha.
sedangkan yang kedua, bila utang puasa mayit merupakan puasa nadzar hingga pelunasannya dengan diqadha puasa oleh keluarganya.
allahu a’lam.
(sumber: http:// www. wajibbaca. com/2018/04/meninggal-dan-hutang-puasa-belum-lunas. html )
0 Response to "Meninggal dan Hutang Puasa Belum Lunas, Cara Menebus Dos4nya Seperti ini"
Post a Comment